Rabu, 01 Desember 2010

Profil Wirausahawan Sukses

Es Cendol Desa


TUGAS KELOMPOK KEWIRAUSAHAAN

Kelas                         :  2DD02

Nama Kelompok     :  ♦ Arif Hari Nugroho (32209746 )
♦ Viny Arviana  (32209796)
♦ Wanda Risakotta  (38209504)

Salah seorang yang telah merasai rejeki cendol adalah Tatang Kusbiana, yang membangun merek dagang Cendol Desa. Tatang yang merintis usahanya sejak Maret 2009 saat ini memiliki 10 kios mini atau gerobak di Jabodetabek.Dalam waktu dekat, outlet Cendol Desa akan bertambah menjadi 16, karena kontrak kerja sama franchise sudah ditandatangani. Cendol Desa menawarkan konsep tempat jualan yang menarik.Ada dua paket yang ditawarkan, yakni paket Rp3,9 juta, dan Rp5,9 juta per unit gerobak. Perbedaannya pada ukuran gerobak dan material yang digunakan, dan pada variasi minuman yang dipasarkan."Ada variasi lain, namun rasanya tetap berbasis cendol," ungkap Tatang. Harga per gelas ditawarkan Rp3.500-Rp 4.000, sesuai dengan lokasinya.
Menangkap peluang usaha Cendol Desa, tidak perlu memiliki lahan atau kios sendiri karena bisa numpang di teras toko besar atau restoran. Itu sebabnya bisnis ini cukup terjangkau.Namun ada kewajiban terwaralaba, yakni mampu menjual minimal 50 gelas setiap hari tanpa royalty fee. Di luar Jabodetabek, Tatang membuka master franchise dalam satu kabupaten. Bahari baku yang dipergunakan Cendol Desa bisa bertahan hingga 3 hari, kecuali santan."Kompetiuor tetap ada, karena rasa dasar cendol biasanya tidak jauh berbeda. Sekarang ini memang banyak bermunculan, karena pebisnis melihat usaha semacam ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan," ungkap Tatang Kusbiana.Sementara itu, perusahaan santan berkemasan PT Cocomas Indonesia juga menangkap peluang ini dengan membangun jaringan Pondok Es Cendol, yakni gerobak berpenampilan apik untuk berjualan es cendol Idol.
Saat ini, jumlah jaringan Idol lebih dari 382 gerobak, belum termasuk yang dioperasikan oleh mitra waralabanya 156 unit di wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Ambon. Investasi setiap gerobak plus peralatannya Rp2,5 juta. Jika abang pikulan ataugerobak keliling menjual es cendol dengan harga Rp2.000-Rp3.000 per gelas. Es cendol Idol di restoran dijual minimal Rp5.000per gelas. Satu gerobak rata rata mampu menjual 50 gelas per hari, sehingga modal Rp2,5 juta diharapkan bisa kembali dalam 3 bulan.
"Untuk cendol, mengonsumsinya tidak bosan. Bagaimanapun cendol merupakan masakan khas Indonesia. Apalagi jika penyajiannya ditambah dengan nangka, durian, dan alpukat," kata Sapto Sri Asmoro, Manajer Ritel Bisnis PT Cocomas Indonesia.Cendol terbilang mudah dibuat, dan bisa diperoleh di pasar tradisional ataupun toko.
Pembeli tinggal mengisi gelas dengan cendol dan es, lalu membuka kemasan berisi santan manis dengan tiga rasa, yaitu durian, pandan dan orisinal.Cendolnya dipasok oleh distributor yang menjadi mitra Cocomas, yaitu untuk mitra di wilayah Jakarta Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
♦ Bahan-bahan Membuat Cendol
♦ Bahan cendol:
100 gr tepung beras/sagu tani.
500 ml air/santan,
1 sdm air kapur sirih,
1 sdm pasta pandan,
2 ltr air matang
1 bongkah es batu
echa: simple syrup

cara membuat cendol:

- aduk semua bahan jadi satu, masak diatas api sedang hingga menjadi bubur  kental
- Taruh air dan es batu dalam baskom. Letakkan saringan cendol diatasnya.
- Tuang bubur hijau kedalam saringan, biarkan berjatuhan kedalam air es menjadi cendol
- echa: saring cendol. masukkan ke dalam wadah. tambahkan simple syrup. tambah sedikit air matang. beri es keprok yang banyak.
- sajikan cendol dengan santan dan kuah gula jawa.
Kuah gula jawa
Bahan:
- 250 gr gula jawa(echa: 50 gr gula pasir)
- 250 ml air (echa: 125 ml cc)
- 1 lbr daun pandan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar